Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan yang sangat penting dalam dunia pendidikan karena menjadi langkah awal bagi murid baru untuk mengenal lingkungan sekolah, memahami budaya yang diterapkan, serta membangun karakter sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar Yayasan Soebono Mantofani (YSM).
Pada tahun ajaran 2026/2027, kegiatan MPLS dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 13 Juli hingga 17 Juli 2026. Selama pelaksanaannya, murid baru dikenalkan dengan sejarah berdirinya YSM, visi dan misi sekolah, tata tertib, budaya positif, serta berbagai kebiasaan baik yang menjadi identitas sekolah.
Berbeda dengan kegiatan pembelajaran pada umumnya, pelaksanaan MPLS di jenjang MTs dan MA dipandu langsung oleh pengurus OSIM. Para guru berperan sebagai pendamping dan pengawas, sementara seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan serta dipimpin oleh kakak-kakak OSIM. Melalui pendampingan tersebut, murid baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara lebih nyaman karena dibimbing langsung oleh murid yang telah lebih dahulu mengenal budaya sekolah.
Mengenalkan Sejarah, Budaya, dan Karakter Bani Hani
MPLS menjadi sarana untuk memperkenalkan sejarah Yayasan Soebono Mantofani (YSM) beserta nilai-nilai yang telah menjadi budaya sekolah selama bertahun-tahun. Selain itu, murid juga dikenalkan dengan berbagai peraturan sekolah sebagai pedoman dalam menciptakan lingkungan belajar yang tertib, aman, dan nyaman.
MPLS juga menjadi wadah untuk membangun hubungan yang baik antara murid baru dengan kakak kelas maupun seluruh warga sekolah. Berbagai kegiatan kelompok, permainan edukatif, serta sesi kebersamaan dirancang agar murid dapat saling mengenal, bekerja sama, dan menghargai perbedaan.
Melalui suasana yang hangat dan penuh kebersamaan sejak hari pertama, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang ramah serta mampu mencegah terjadinya perundungan (bullying). Dengan demikian, setiap murid dapat mengikuti proses belajar dalam suasana yang aman, nyaman, dan saling mendukung.
Pada kesempatan ini, sekolah juga secara resmi mengintegrasikan Karakter Bani Hani ke dalam setiap rangkaian kegiatan MPLS. Nilai-nilai tersebut diperkenalkan melalui cerita, pengalaman, pembiasaan, serta berbagai aktivitas yang menggambarkan budaya YSM dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, murid tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami karakter yang diharapkan tumbuh selama menempuh pendidikan di YSM.
Demo Ekstrakurikuler Sebagai Wadah Mengembangkan Minat dan Bakat
Salah satu rangkaian kegiatan yang paling dinantikan dalam MPLS adalah Demo Ekstrakurikuler. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi murid baru untuk mengenal berbagai pilihan kegiatan yang dapat mengembangkan potensi, minat, dan bakat mereka di luar pembelajaran di kelas.
Sekolah memperkenalkan 3 ekstrakurikuler umum, yaitu Futsal, Paskibra, dan PMR.
Selain itu, terdapat ekstrakurikuler khusus yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yaitu:
Seluruh penampilan telah dipersiapkan jauh hari sebelum tahun ajaran baru dimulai. Bahkan selama masa liburan sekolah, para anggota ekstrakurikuler tetap berlatih secara rutin agar dapat memberikan penampilan terbaik di hadapan murid baru. Antusiasme tersebut terlihat dari semangat murid dalam menyaksikan setiap penampilan serta tingginya rasa ingin tahu terhadap berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah.
Kesimpulan:
MPLS bukan sekadar kegiatan penyambutan murid baru, melainkan proses awal dalam membentuk karakter, menanamkan budaya sekolah, serta memperkenalkan nilai-nilai Karakter Bani Hani yang menjadi identitas Yayasan Soebono Mantofani (YSM). Melalui pengenalan sejarah sekolah, pembiasaan budaya positif, kebersamaan dengan kakak kelas, serta berbagai kegiatan yang inspiratif, diharapkan murid baru dapat beradaptasi dengan baik dan siap menjalani proses belajar dengan penuh semangat, tanggung jawab, serta rasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar YSM.
Baca juga :