Program Pengembangan Pesantren Soebono Mantofani

Kondisi Geografis dan Demografis
Yayasan Soebono Mantofani yang didirikan pada tanggal 7 Mei 1994 berkedudukan di Tangerang, secara geografis terletak di kawasan daerah penyangga kota Metropolitan, dimana kondisi sosial-kemasyarakatannya dilihat dari tingkat sosial-ekonomi tergolong kelas menengah ke bawah. Secara demografis, masyarakatnya terdiri dari penduduk asli pinggir kota Jakarta (betawi) dan para pendatang yang berdomisili di lingkungan komplek-komplek perumahan. Dinamika penduduk dari dua golongan tersebut mempunyai karakter dan pandangan hidup yang berbeda sehingga perlu dijembatani untuk terjalinnya perpaduan pandangan hidup baik pada aspek pendidikan, keagamaan dan sosial-kemasyarakatan lainnya.

Keberadaan Yayasan Soebono Mantofani di tengah-tengah kondisi kemasyarakatan yang memiliki karakteristik khas tersebut merupakan basis yang menjadikan landasan, arah pengabdian dan perjuangan Yayasan. Landasan dan orientasi program Yayasan Soebono Mantofani adalah membangun semangat hidup baik aspek keagamaan, pendidikan maupun sosial-kemasyarakatan lainnya.

Misi dan Visi Program Pendidikan

Yayasan Soebono Mantofani memiliki misi dan visi mendirikan lembaga pendidikan Islam yang menyelenggarakan pendidikan terpadu antara disiplin ilmu pengetahuan umum dan ilmu pengetahuan agama. Untuk mewujudkan sistem pendidikan terpadu secara optimal Yayasan Soebono Mantofani menyelanggarakan kegiatan pendidikan terpadu antara sistem pendidikan formal dan non formal. Kegiatan pendidikan formal diwujudkan dengan mendirikan lembaga pendidikan formal dari tingkat taman kanak-kanak sampai sekolah setingkat sekolah menengah umum (SMU) yang berciri khas agama Islam. Kurikulum pendidikan yang diselenggarakan berpedoman pada kurikulum yang ditetapkan departeman agama dengan menyelenggarakan kurikulum 100 persen pendidikan umum sebagaimana di sekolan-sokolah umum di bawah naungan Depdiknas ditambah dengan pendidikan agama berciri khas agama Islam.

Pendidikan non formal diwujudkan dengan menyelenggarakan sistem pendidikan pesantren dengan pola pengasramaan siswa (boarding school) secara modern. Pola pengasramaan siswa dalam sistem pendidikan pesantren dimana sebagian guru juga tinggal dalam satu lingkungan dengan siswa maka diharapkan terciptanya suatu proses belajar-mengajar, bimbingan dan pengawasan belajar intensif selama 24 jam.

Dengan sistem ini para siswa memperoleh kesempatan yang baik untuk melakukan pendalaman materi pelajaran di luar jam sekolah formalnya. Sedangkan pendidikan agama diberikan dalam bentuk penghayatan dan pengamalan kehidupan praktek sehari-hari. Pembinaan agama diberikan oleh para ustadz yang berpengalaman sebagai nara sumber dalam mempelajari dan melakasanakan ilmu agama sebagaimana layaknya seorang kyai membimbing santrinya.

Filosofi pendidikan pesantren Pesantren Soebono Mantofani mencoba memadukan antara sistem pendidikan pesantren salaf (tridisional) dan modern dengan sistem boarding school, dengan berpegang pada prinsip ;

(al-Muhafaadhotu ‘alaa al-Qadimi ash-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadidi al-Ashlahi”)

“Memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yeng lebih baik”

Orientasi dan tujuan pendidikan Pesantren Soebono Mantofani diarahkan pada usaha untuk melahirkan manusia yang berkualitas memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan memilki kematangan emosional (berakhlakul karimah, kreatif dan terampil).

Related Blogs

Leave us a Comment