Korelasi Mutu Pendidikan dengan Lingkungan Sekolah

Kurikulum bukan satu-satunya pendukung keberhasil meningkatkan mutu pendidikan. Ada banyak sarana dan prasarana yang menjadi faktor pendukung keberhasilan siswa-siswi dalam melakoni perannya sebagai pelajar, selain itu, tenaga pendidik yang profesional juga bukan faktor tunggal yang bisa menunjang peningkatan mutu akademiknya. Selain kurikulum dan tenaga profesional, yang tak kalah pentingnya adalah lingkungan sekolah yang mendukung juga menjadi faktor yang tak boleh diabaikan begitu saja.
Lingkungan adalah segala sesuatu yang terlihat dan terikat dengan orang lain, baik laingkungan itu bersifat alamiah maupun buatan. Lingkungan sekolah dapat dibagi menjadi dua; fisik dan non-fisik.Lingkungan Fisik adalah lingkungan yang kasat mata dapat terlihat, diraba dirasakan baik terjadi secara alamiah maupun lingkungan buatan. Seperti halaman yang luas, taman bermain yang hijau, asri, udara yang segar dan lain sebagainya. Dengan lingkungan fisik yang sehat akan peserta didik diharapkan mempunyai efek sehat pula secara fisik. Kesehatan merupakan salah satu modal penting untuk mewujudkan manusia berilmu, sesuai dengan ungkapan pepatah, akal yang sehat terletak pada badan yang sehat.
Adapun lingkungan non-fisik meliputi seperti pergaulan, suasana kelas yang menyenangkan, hubungan timbal balik guru-murid yang penuh kasih sayang dan hormati menghormati serta hubungan harmoni antara tenaga pendidikan dan non-kependidikan.
Alhamdulillah… di Yayasan Soebono Mantofani, baik non-fisik maupun lingkungan fisik terjaga dengan baik. Lingkungan fisik dapat dilihat di sana-sini tumbuhan besar rindang perkasa menjulang ke langit, terteta rapi dan lestari. Tujuannya adalah agar pohon-pohon tersebut memberikan supply oksigen yang cukup kepada manusia di sekitarnya. Supply oksigen tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan fisik seseorang, dalam hal ini adalah siswa dan siswi yang setiap hari berada di lingkungan sekolah.
Tujuan lain yang juga tak kalah pentingnya dengan supply udara bersih yang berguna bagi fisik adalah suasana asri yang bernilai rekreatif. Pada dasarnya peserta didik disibukkan dengan kegiatan belajar dan dalam tingkat tertentu mengalami kejenuhan, stress yang membutuhkan refreshing, melalui lingkungan yang asri dan hijau tersebut diharapkan dapt menjadi nilai rekreatif, sehingga tercipta suasana lingkungan yang apabila di dalam ruangan bernilai akademik, sedangkan di luar kelas mempunyai fungsi rekreatif. Keseimbangan inilah yang hendak dicari oleh pemangku kebijakan yayasan dalam mensukseskan tujuan pendidikan yang sesuai dengan sistem pendidikan nasional, yaitu pendidikan nasional bertujuan sistem pendidikan nasional, dimana salah satu tujuannya adalah membangun manusia-manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa, barkarakter, berpengetahuan, sehat jasmani rohani, dan sebagainya

Blog Attachment

Leave us a Comment